Tulisan Terkini

Twitter

Al Kaafii Foundation

Awan Cumulonimbus, awan pembawa hujan atau badai disinggung dalam Al Qur'an An Nuur 43 kabarislamia.blogspo… pic.twitter.com/eEjp…

Dr. K.H. Ali Sibromalisi : Kedahsyatan Basmalah

KH Ali Sibromalisi Al Kisah

Thursday, 27 June 2013 14:23
www.majalah-alkisah.com

“Ketika makan, orang itu lupa mengucap bas­malah. Saat teringat, ia mengucapkan bismillaahi awwalahu wa akhirahu (de­ngan nama Allah SWT pada permulaan dan akhir).”

Suatu ketika Rasulullah SAW melihat seorang yang sedang makan dengan lahapnya. Tidak lama kemudian Rasulullah tersenyum.

Melihat hal itu, sahabat bertanya, “Ya Rasulullah, kenapa tiba-tiba engkau ter­senyum melihat orang yang sedang ma­kan itu?”

Rasulullah SAW menjawab, “Ketika makan, orang itu lupa mengucap bas­malah. Saat teringat, ia mengucapkan bismillaahi awwalahu wa akhirahu (de­ngan nama Allah SWT pada permulaan dan akhir).”

Mendengar ucapan basmalah terse­but, spontan, setan yang tadi ikut makan bersama orang itu, karena ia makan tan­pa mengucapkan basmalah, mengerang kesakitan dan muntah, semua makanan yang sudah berada di dalam perut si setan dikeluarkan kembali.

Dari sini, Rasulullah SAW mengan­jur­kan untuk mengucapan basmalah ke­tika memulai makan. Sebagaimana yang diriwayatkan oleh Abu Daud dan At-Tirmidzi bahwa Nabi SAW telah bersab­da, “Jika salah seorang di antara kalian ma­kan, hendaklah menyebut nama Allah: Bismillahirrahmannirrahim. Dan jika terlupa dan baru teringat setelah be­berapa saat setelah makan, hendaklah mengucapkan: Bismillahi awwalahu wa akhirahu.”

K.H. Ali Sibromalisi, muballigh asli Betawi, mengatakan, begitu sempurna­nya ajaran Islam mengatur setiap lang­kah umatnya, termasuk ketika hendak ma­kan, agar aktivitasnya itu bernilai iba­dah, mendapatkan keberkahan dan per­lindungan dari Allah SWT.

Tidak hanya makan, setiap perkara dan muamalah di dunia yang dilakukan umat Islam hendaknya diawali dengan basmalah. Anjuran itu begitu banyak dalam hadits-hadits Rasulullah SAW.

Di antaranya hadits dari Abu Hurai­rah RA, Rasulullah SAW bersabda, “Se­tiap perkara yang tidak dimulai dengan membaca bismillahirrahmanirrahim, per­kara itu akan buntung.”

Dalam riwayat lain dijelaskan, setiap perkara yang tidak dimulai dengan me­nyebut nama Tuhanmu, dalam hal ini Allah SWT, akan hilang keberkahannya.

Wahyu pertama pada surah Al-‘Alaq, yang diterima oleh Rasulullah SAW, adalah dengan menyebut nama Tuhan-Nya. “Bacalah dengan menyebut nama Tuhanmu, yang menciptakan.” Wahyu ini sekaligus mentahbiskan Muhammad SAW menjadi nabi, yang kemudian menjadi utusan terakhir Allah SWT yang menyeru manusia di muka bumi untuk mengesakan Allah.

Dalam segala Aktivitas

Rasulullah mengingatkan umatnya, ketika beliau mendatangi istrinya, tak lupa beliau selalu membaca basmalah, yang kemudian dilanjutkan dengan doa: Allahumma jannibnasy-syaithan wa jannibisy-syaithana ma razaqtana (de­ngan nama Allah, ya Allah jauhkanlah kami dari setan, dan jauh­kanlah apa yang Engkau berikan kepada kami dari setan).

Apa yang beliau kerja­kan adalah contoh agar ditiru oleh umat Islam. Da­lam hadits riwayat Al-Bukhari dan Muslim dise­butkan, jika seseorang hendak mendatangi istri­nya dan membaca doa ter­sebut, jika hasil per­cam­puran dengan istrinya itu Allah Ta’ala mentaq­dir­kan menjadikan seorang anak, setan tidak akan mengganggunya.

Basmalah memiliki ba­nyak kandungan raha­sia di dalamnya. Lafazh basmalah adalah salah satu amalan tertinggi dalam khazanah Islam. Karena dalam basmalah terdapat lafal asma Allah SWT. Sayyidina Ali bin Abi Thalib RA mengatakan, semua yang ada pada Al-Qur’an terkandung dalam surah Al-Fatihah, dan semua yang ada di dalam surah Al-Fatihah terwujud dalam bas­malah.

Menurut Kiai Ali, yang penah meng­ambil kuliah S1-nya di Jurusan Sejarah Peradaban Islam, di IAIN Jakarta, se­karang UIN, dalam praktek penyebaran Islam, Rasulullah SAW kerap mengi­rimkan surat yang berisikan seruan ke­pada raja-raja penguasa di berbagai negeri pada saat itu untuk beriman ke­pada Allah SWT. Dalam setiap suratnya, beliau SAW memulainya dengan lafazh basmalah.

Rasulullah selalu mengamalkan da­lam segala aktivitasnya. Pengaruhnya pun luar biasa, sehingga dalam waktu yang tidak terlalu lama negara-negara di Jazirah Arab akhirnya menjadi Islam, berikut para penguasa dan rakyatnya.

Demikian pula Nabi Sulaiman menu­liskan kalimat basmalah ketika meng­awali suratnya kepada Ratu Bilqis di Kerajaan Saba untuk mendakwahkan ajaran Islam. Sebagaimana Allah SWT abadikan kisahnya dalam Al-Qur’an, surat An-Naml, ayat 30, “Sesungguhnya surat itu dari SuIaiman dan sesung­guhnya isinya, ‘Dengan menyebut nama Allah, Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang’.”

Kedahsyatan ucapan basmalah itu luar biasa sehingga Ratu Bilqis, yang mempunyai kekuasaan yang sangat besar pada waktu itu, begitu terkesima dan menyebut surat Sulaiman dengan sebutan surat yang mulia. Ratu yang dikisahkan memiliki kulit begitu mulus dan putih bagaikan pualam itu tidak main-main dengan isi surat Sulaiman. Ia menanggapinya dengan sungguh-sungguh. Pada ujungnya, Ratu Bilqis menerima kebenaran Islam. Bahkan ia sendiri akhirnya menjadi istri Nabi Sulaiman.

Jumlah huruf yang ada pada lafazh basmalah ada sembilan belas. Setara dengan jumlah malaikat penjaga pintu neraka jahanam. Maka, menurut Kiai Ali, apabila umat Islam memperbanyak membaca basmalah, Allah SWT akan membebaskannya dari neraka yang dijaga malaikat Za­baniy­yah.

Kiai Ali juga menyakini, basmalah adalah sumber kekuatan yang amat dahsyat. Apa pun yang kita kerjakan, selama pekerjaan itu baik, sepantasnya dimulai dengan basmalah.

Pengucapan basmalah menggam­barkan, apa yang kita lakukan harus memiliki keterkaitan dengan Allah Azza wa Jalla. Dengan mengucap basmalah, pada hakikatnya kita telah berikrar bah­wa kehendak Allah SWT di atas se­galanya.

Mengucapkan basmalah bukan se­kadar mengucapkan, tetapi juga meng­hayati maknanya. Dengan demi­kian, pada saat yang sama, tertanam pula ke­kuatan, rasa percaya diri, dan optimis­me, karena kita merasa mem­peroleh pertolongan dari Allah SWT, sumber segala kekuatan. Maka pada akhirnya, dengan kehendak-Nya, apa yang dilaku­kan akan melahirkan keber­kahan.

SEL

http://majalah-alkisah.com/index.php/dunia-islam/2657-dr-kh-ali-sibromalisi–kedahsyatan-basmalah

Leave a Reply

You can use these HTML tags

<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>

  

  

  

Kontak Kami Download Lokasi Yayasan Al Kaafii Indonesia

Jl. Pedati raya Rt.0013/10 no. 109 Bidaracina Jatinegara

Jakarta Timur 13330.

Telp. 021-85902607 - Fax, 021- 29821968.

Email. BMTBKB@ymail.com / kaafii@kaafii-indonesia.or.id

Proposal Pemberdayaan Fakir Miskin

Proposal Pemberdayaan Fakir Miskin Al Kaafii Foundation

Program Pemberdayaan fakir miskin melalui Pembiayaan Kebajikan dan Pengembangan SDM Anak Yatim melalui Pendidikan Gratis sampai Perguruan Tinggi Selengkapnya…

Copyright © 2017 Yayasan Al Kaafii Foundation Indonesia - All Rights Reserved
Powered by WordPress & Atahualpa