Tulisan Terkini

Twitter

Al Kaafii Foundation

Awan Cumulonimbus, awan pembawa hujan atau badai disinggung dalam Al Qur'an An Nuur 43 kabarislamia.blogspo… pic.twitter.com/eEjp…

Wahabi Berdasarkan Al Qur’an dan Hadits

wahabi-dan-zionis

Banyak orang2 awam tertarik mengikuti Salafi karena dianggap aliran ini memurnikan ajaran Islam dari Takhayul, Bid’ah, dan Khurafat yang dulu disingkat dgn TBC. Ulama Salafi menamakan aliran mereka berubah2. Dulu sekali Muwahhidun, kemudian jadi Salafi, lalu Ahlus Sunnah, dan juga Ahlus Sunnah Wal Jama’ah. Ini sama dengan nama Ahlus Sunnah Wal Jama’ah yang asli. Ulama Aswaja yang asli, Sufi, dan Syi’ah menamakan kelompok Salafi ini sebagai Wahabi. Nama ini sesuai dengan pendirinya, Muhammad bin Abdul Wahhab An Najdi at Tamimi, seorang Bani Tamim yang lahir di Najd tahun 1703 dan meninggal tahun 1792.

Namun jika Aswaja asli mengamalkan zikir berjamaah, Maulid Nabi, Tahlilan, Yasinan, dsb, maka Wahabi ini menganggap itu semua sesat. Karena Wahabi hanya menerima hadits yang menyatakan semua Bid’ah itu sesat dan masuk neraka. Mereka menolak hadits Bid’ah Hasanah / Ni’mal Bid’ah yang dipahami para sahabat seperti Khalifah Umar bin Khoththob ra, Abu Bakar ra, Zaid bin Tsabit dan juga para ulama Salaf seperti Imam Syafi’ie yang lahir tahun 150 H.

Walhasil mereka memfitnah Aswaja sebagai sesat, Musyrik karena ziarah dan doa di kuburan, dsb. Mereka pandang juga Sufi sebagai sesat / ghulluw. Banyak dari kelompok ini menganggap semua Syi’ah sesat bahkan belakangan ada yang bilang “Syi’ah bukan Islam”. Ini memprihatinkan mengingat sebagian perawi hadits dari Sahih Bukhari, Muslim, dsb ternyata Syi’ah rafidhoh. Contoh: Abbad bin Ya’qub Al Asadi Ar Rawajini Al Kufi dan Sulaiman bin Qarm Abu Dawud Adh Dhabi Al Kufi.

Sebaliknya, banyak ulama dari Aswaja, Sufi, dan juga Syi’ah menuding Wahabi sebagai aliran sesat, khawarij, dan buatan Zionis Inggris. Buatan Yahudi untuk memecah-belah ummat Islam dan membunuh Muslim. Kaum Salafi Wahabi menganggap ini adalah fitnah dari Musuh Islam. Musuh Allah. Kaum Salafi Wahabi menganggap kelompok mereka sebagai Pembela Islam, Penegak Sunnah.

Nah jika antara Wahabi dan non Wahabi ini saling klaim bahwa musuhnya yang melontarkan fitnah dan memang jutaan Muslim sudah dibunuh oleh Wahabi sejak kelahirannya, siapakah yang ahli fitnah sebenarnya? Mari kita kaji Al Qur’an dan Hadits dan fakta-fakta yang sudah terjadi.

Nabi menubuwatkan bahwa di akhir zaman akan timbul fitnah. Bahkan secara khusus Nabi menyebut Najd, tempat kelahiran Muhammad bin Abdul Wahhab sebagai sumber fitnah dan “Tanduk Setan”:

Ibnu Umar berkata, “Nabi berdoa, ‘Ya Allah, berkahilah kami pada negeri Syam dan Yaman kami.’ Mereka berkata, Terhadap Najd kami.’ Beliau berdoa, ‘Ya Allah, berkahilah Syam dan Yaman kami.’ Mereka berkata, ‘Dan Najd kami.’ Beliau berdoa, ‘Ya Allah, berkahilah kami pada negeri Syam. Ya Allah, berkahilah kami pada negeri Yaman.’ Maka, saya mengira beliau bersabda (Najd) pada kali yang ketiga, ‘Di sana (Najd) terdapat kegoncangan-kegoncangan (gempa bumi), fitnah-fitnah, dan di sana pula munculnya tanduk setan.’” [HR Bukhari]

Baca selengkapnya di: http://media-islam.or.id/2012/01/19/ciri-khawarij-tak-mengamalkan-al-quran-dan-membunuh-muslim/

najd11

Ini dikuatkan dengan hadits lainnya:

Hadis riwayat Sahal bin Hunaif ra.: Dari Yusair bin Amru, ia berkata: Saya berkata kepada Sahal: Apakah engkau pernah mendengar Nabi saw. menyebut-nyebut Khawarij? Sahal menjawab: Aku mendengarnya, ia menunjuk dengan tangannya ke arah Timur, mereka adalah kaum yang membaca Alquran dengan lisan mereka, tetapi tidak melampaui tenggorokan mereka. Mereka keluar dari agama secepat anak panah melesat dari busurnya. (Shahih Muslim No.1776)

Saat mengatakan itu, Nabi berada di Madinah, Hijaz. Ada pun di timur Madinah/Hijaz adalah Najd, tempat lahirnya Muhammad bin Abdul Wahhab:

Dan memang tempat miqat untuk haji penduduk Najd adalah Qorn yang artinya tanduk. Riyadh, ibukota Arab Saudi sekarang ada di Najd. Dan di Riyadh dan wilayah-wilayah Najd lainnya ada Pangkalan Militer Zionis AS (Amerika Serikat) yang dipakai untuk menyerang negara-negara Islam di sekitarnya seperti Iraq yang menewaskan presiden Iraq, Saddam Hussein.

 us-air-force-bases-in-saudi-arabia

Ada 5 Pangkalan Udara Amerika Serikat di Arab Saudi seperti: Eskan Village Air Base, Saudi Arabia King Abdul Aziz Air Base, Dhahran, Saudi Arabia King Fahd Air Base, Taif, Saudi Arabia King Khalid Air Base, Khamis Mushayt, Saudi Arabia Riyadh Air Base, Riyadh, Saudi Arabia

Lihat foto tentara Arab Saudi dan Zionis AS yang bersahabat mesra. Yang mereka perangi adalah negara2 Islam di sekeliling Arab Saudi.

tentaraarabdanas

Silahkan baca. Media Massa “Islam” Wahabi yang didanai Arab Saudi memutar-balikkan fakta bahwa Iran membantu AS menyerang Iraq. Padahal di Iran tidak ada Kedubes dan Pangkalan Militer AS. Justru Kedubes dan Pangkalan Militer AS ada di Arab Saudi:

Arab Saudi atau Iran yang Bantu AS Serang Iraq?

http://kabarislamia.com/2013/01/14/arab-saudi-atau-iran-yang-bantu-as-serang-iraq/

Ini bukan masalah membela Syi’ah. Tapi sekedar menyampaikan yang haq. Kebenaran.

Di hadits di bawah Nabi menyebut bahwa dari Bani Tamim, suku Muhammad bin Abdul Wahhab berasal, akan muncul kaum Khawarij yang ibadahnya seperti hebat dan rajin membaca Al Qur’an, namun tidak mereka pahami dan tidak juga diamalkan (cuma di kerongkongan saja):

Telah bercerita kepada kami Abu Al Yaman telah mengabarkan kepada kami Syu’aib dari Az Zuhriy berkata, telah mengabarkan kepadaku Abu Salamah bin ‘Abdur Rahman bahwa Abu Sa’id Al Khudriy ra berkata; Ketika kami sedang bersama Rasulullah SAW yang sedang membagi-bagikan pembagian (harta), datang Dzul Khuwaishirah, seorang laki-laki dari Bani Tamim, lalu berkata; Wahai Rasulullah, tolong engkau berlaku adil. Maka beliau berkata: Celaka kamu!. Siapa yang bisa berbuat adil kalau aku saja tidak bisa berbuat adil. Sungguh kamu telah mengalami keburukan dan kerugian jika aku tidak berbuat adil.

Kemudian ‘Umar berkata; Wahai Rasulullah, izinkan aku untuk memenggal batang lehernya!. Beliau berkata: Biarkanlah dia. Karena dia nanti akan memiliki teman-teman yang salah seorang dari kalian memandang remeh shalatnya dibanding shalat mereka, puasanya dibanding puasa mereka. Mereka membaca Al Qur’an namun tidak sampai ke tenggorokan mereka. Mereka keluar dari agama seperti melesetnya anak panah dari sasaran (hewan buruan). (HR Bukhari 3341)

Hadits di atas yang menyebut dari Bani Tamim, suku Muhammad bin Abdul Wahhab (MBAW) akan muncul Khawarij, dan juga hadits dari Najd, tempat kelahiran MBAW sebagai sumber fitnah dan tanduk setan harusnya membuat kita sadar bahwa Wahabi lah sebagai sumber fitnah meski ibadah mereka terlihat hebat.

Rasulullah saw bersabda: ”Nanti pada akhir zaman akan muncul kaum mereka membaca Al-Quran tetapi tidak melebihi kerongkongan, mereka memecah Islam sebagaimana keluarnya anak panah dari busurnya, dan mereka akan terus bermunculan sehingga keluar yang terakhir daripada mereka bersama Dajjal, maka jika kamu berjumpa dengan mereka, maka perangilah sebab mereka itu seburuk-buruk makhluk dan seburuk-buruk khalifah. ” ( Sunan Nasai/4108, Sunan Ahmad/19783 )

Dajjal adalah Yahudi. Zionis Yahudi. Dan dari foto2 di atas, Wahabi dari sejak era lahirnya memang selalu dekat dengan Zionis Yahudi membunuhi ummat Islam yang mereka fitnah sebagai musyrik. Cuma jika ummat Islam di Mekkah dan Madinah mereka perangi karena mereka anggap Musyrik, lalu ummat Islam yang lurus di mana? Di Najd yang disebut Nabi sebagai sumber fitnah?

Dajjal mahir menipu ummat Islam. Membuat api terlihat sebagai air dan sebaliknya. Nah cara menipu yang paling ampuh itu lewat informasi. Boleh dikata Media Informasi dunia bahkan sarana mencari informasi dan menyebar informasi seperti Google, Facebook, dsb dikuasai Yahudi. Nah yang menguasai 90% “Media Islam” yang ada pun ternyata antek Yahudi. Antek Dajjal. Sehingga bisa menyebar fitnah dengan mudah.

Tanpa modal yang besar, organisasi seperti NU dan Muhammadiyah sulit sekali membangun stasun TV. Namun Wahabi yang jauh lebih kecil, karena didanai pemerintah Arab Saudi yang merupakan sekutu AS dan Israel dengan mudah bisa mendirikan stasiun TV dan Radio serta berbagai Media Online sehingga fitnah begitu gencar. Para ulama NU dan Al Azhar mereka fitnah.

Skema yang harus kita pahami ini:

Israel>AS>Arab Saudi>Wahabi

Israel mengontrol AS yang merupakan anteknya. Zionis AS mengontrol Arab Saudi. Dan Arab Saudi yang mendanai ulama, lembaga, dan Media Massa Wahabi mengontrol Wahabi. Dengan cara ini Wahabi dengan mudah memecah-belah Islam dengan cara memfitnah Muslim lain sebagai sesat, kafir, dan sebagainya. Untuk memuluskan ini, Wahabi menyusupi organisasi2 Islam seperti NU, Muhammadiyyah, bahkan MUI.

Bagi Wahabi yang sudah anti Kerajaan Arab Saudi seperti Al Qaidah skemanya seperti ini:

Israel>AS>Wahabi

Mesranya Arab Saudi / Wahabi dengan Zionis AS dan Inggris hingga menyediakan Pangkalan Militer ini merupakan tanda bahwa mereka munafik:

Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengambil orang-orang Yahudi dan Nasrani menjadi pemimpin-pemimpin(mu); sebahagian mereka adalah pemimpin bagi sebahagian yang lain. Barangsiapa diantara kamu mengambil mereka menjadi pemimpin, maka sesungguhnya orang itu termasuk golongan mereka. Sesungguhnya Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang zalim. [Al Maa-idah 51]

Hanya orang munafik yang dekat dengan kaum Yahudi dan Nasrani yang saat ini tengah memusuhi Islam dan membantai ummat Islam:

“Maka kamu akan melihat orang-orang yang ada penyakit dalam hatinya (orang-orang munafik) bersegera mendekati mereka (Yahudi dan Nasrani), seraya berkata: “Kami takut akan mendapat bencana.” Mudah-mudahan Allah akan mendatangkan kemenangan (kepada Rasul-Nya), atau sesuatu keputusan dari sisi-Nya. Maka karena itu, mereka menjadi menyesal terhadap apa yang mereka rahasiakan dalam diri mereka.” [Al Maa-idah 52]

Baca selengkapnya di: http://media-islam.or.id/2011/11/30/haram-berteman-dengan-kafir-harbi-dan-membunuh-sesama-muslim/

Fitnah sudah menyebar. Bagaimana dengan “TANDUK SETAN”? Yang paling mirip dengan Tanduk Setan adalah ini:

tanduk-setan

Tanduk Setan dan Fitnah Sudah Muncul?

Ternyata hotel yang ada di Menara Raksasa dengan beratapkan Tanduk itu dikelolah oleh Jaringan Hotel Fairmont yang dimiliki oleh Zionis Yahudi. Abraj al-Bait dikelola oleh Jaringan Fairmot Hotel. Benjamin Swig, seorang tokoh Zionis Yahudi dan banker kenamaan dunia adalah pendiri Fairmont pada tahun 1945. Fairmont ini juga mengelola banyak kasino atau pusat judi di Monte Carlo, Las Vegas, dan lainnya.

http://www.fairmont.com/makkah

http://www.eramuslim.com/berita/simbologi/simbol-simbol-iblis-di-saudi-tanduk-setan-di-atas-lafadz-allah-di-abraj-al-bait-tower-1.htm

Dajjal itu Yahudi. Sebagai orang kafir, tidak bisa masuk Mekkah dan Madinah. Namun pengikut Dajjal seperti orang2 munafik / copet bisa masuk. Nah mungkin seperti itu. Meski Zionist Yahudi tidak bisa masuk kota Mekkah dan Madinah, namun pengikutnya bisa sehingga bisa mengelola hotel tsb dan juga hotel2 lain seperti Hilton, dsb.

MUJAHIDIN WAHABI DAN ZIONIS

Mujahidin Wahabi bersama Zionis AS dan Yahudi hancurkan Afghanistan, Libya, Suriah, Iraq, dsb

Lho bukankah Salafi Wahabi ini Islam yang murni? Selalu memakai Al Qur’an dan Hadits?

Benar. Tapi cuma di kerongkongan. Tidak paham dan tidak diamalkan. Makanya mereka akhirnya su’u zhon, memfitnah Muslim sbg sesat/musyrik/kafir, bahkan membunuhnya. Ini seperti hadits Nabi di bawah:

Hadis riwayat Ali ra., ia berkata: Aku mendengar Rasulullah saw. bersabda: Di akhir zaman akan muncul kaum yang muda usia dan lemah akal. Mereka berbicara dengan pembicaraan yang seolah-olah berasal dari manusia yang terbaik. Mereka membaca Alquran, tetapi tidak melampaui tenggorokan mereka. Mereka keluar dari agama, secepat anak panah meluncur dari busur. Apabila kalian bertemu dengan mereka, maka bunuhlah mereka, karena membunuh mereka berpahala di sisi Allah pada hari kiamat. (Shahih Muslim No.1771)

“Akan keluar di akhir zaman suatu kaum yang usia mereka masih muda, dan bodoh, mereka mengatakan sebaik‑baiknya perkataan manusia, membaca Al Qur’an tidak sampai kecuali pada kerongkongan mereka. Mereka keluar dari din (agama Islam) sebagaimana anak panah keluar dan busurnya.” (HR. Bukhari dan Muslim)

“Suatu kaum dari umatku akan keluar membaca Al Qur’an, mereka mengira bacaan Al-Qur’an itu menolong dirinya padahal justru membahayakan dirinya. Shalat mereka tidak sampai kecuali pada kerongkongan mereka.” (HR. Muslim)

“Mereka baik dalam berkata tapi jelek dalam berbuat, mengajak untuk mengamalkan kitab Allah padahal mereka tidak menjalankannya sedikitpun.” (HR. Al-Hakim)

Berbagai ayat Al Qur’an dan Hadits mereka pakai, namun kesimpulan lain yang mereka dapat dan amalkan. Berbagai larangan Allah dalam Al Qur’an seperti Su’u Zhon (Buruk Sangka), Mengolok-olok sesama, Mengkafirkan sesama Muslim, dan membunuh sesama Muslim. Berbagai caci-maki terhadap sesama Muslim seperti Ahlul Bid’ah, Sesat, Kafir dan sebagainya terlontar dari mulut mereka. Padahal itu bertentangan dengan ayat Al Qur’an di bawah:

“Hai orang-orang yang beriman, janganlah sekumpulan orang laki-laki merendahkan kumpulan yang lain, boleh jadi yang ditertawakan itu lebih baik dari mereka. Dan jangan pula sekumpulan perempuan merendahkan kumpulan lainnya, boleh jadi yang direndahkan itu lebih baik. Dan janganlah suka mencela dirimu sendiri dan jangan memanggil dengan gelaran yang mengandung ejekan. Seburuk-buruk panggilan adalah (panggilan) yang buruk sesudah iman dan barangsiapa yang tidak bertobat, maka mereka itulah orang-orang yang zalim.

Hai orang-orang yang beriman, jauhilah kebanyakan purba-sangka (kecurigaan), karena sebagian dari purba-sangka itu dosa. Dan janganlah mencari-cari keburukan orang dan janganlah menggunjingkan satu sama lain. Adakah seorang diantara kamu yang suka memakan daging saudaranya yang sudah mati? Maka tentulah kamu merasa jijik kepadanya. Dan bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Penerima Taubat lagi Maha Penyayang.” [Al Hujuraat 11-12]

wahabi

Wahabi yang sudah dicuci otak di Suriah. Dengan menyembelih manusia dan memakan manusia, mereka kira bisa masuk surga.

Kaum Khawarij ini merasa paling benar. Bahkan Khawarij pertama merasa lebih benar dari Nabi sehingga menuduh Nabi tidak adil. Khawarij masa kini menuduh Jumhur Ulama yang merupakan Pewaris Nabi sebagai tidak adil.

Ali bin Abi Thalib ra mengkomentari kelakuan para Khawarij yang memakai ayat Al Qur’an untuk tujuan kesesatan, “Kalimatul haqq yuridu bihil bathil”. Kalimat yang hak tapi dimanfaatkan untuk kebathilan. Sekarang pun Wahabi memakai ayat-ayat Al Qur’an yang ditujukan kepada kaum kafir penyembah berhala, untuk ditujukan kepada ummat Islam. Untuk memfitnah ummat Islam sebagai Musyrik atau Sesat.

Dulu Khawarij bertanya ke Ibnu Abbas ra tentang hukum membunuh nyamuk, tetapi mereka tidak bertanya tentang hukum membunuh cucu Rasulullah SAW, yaitu Hushain bin Ali ra yang mereka lakukan. Sekarang juga para Khawarij membunuh manusia termasuk Muslim dan ulama bagaikan membunuh nyamuk. Bagi mereka membunuh itu adalah jihad untuk mendapat 72 bidadari.

ulama-salaf

Rasulullah SAW bersabda,

خَيْرُ النَّاسِ قَرْنِيْ ثُمَّ الَّذِيْنَ يَلُوْنَهُمْ ثُمَّ الَّذِيْنَ يَلُوْنَهُمْ

“Sebaik-baik manusia adalah pada kurunku (Sahabat), kemudian yang sesudahnya (Tabi’in), kemudian yang sesudahnya (Tabi’ut Tabi’in).”[HR. Al-Bukhari no. 2652 dan Muslim no. 2533 ] Siapakah pengikut ulama SALAF sebenarnya? 1) Imam Hanafi lahir:80 hijrah 2) Imam Maliki lahir: 93 hijrah 3) Imam Syafie lahir:150 hijrah 4) Imam Hanbali lahir:164 hijrah 5) Imam Asy’ari lahir: 240 hijrah Aswaja berpegang pada 1 dari 4 mazhab yang pendirinya lahir dalam 3 abad pertama Islam. Mereka mempelajari Sifat 20.

Wahabi tidak berpegang pada 1 mazhab. Tapi kepada Muhammad bin Abdul Wahhab dan penerusnya. Mereka anggap Sifat 20 yang disusun Imam Asy’ari yang lahir tahun 240 H sebagai bid’ah sesat. Mereka pelajari Tauhid Uluhiyah, Rububiyah, dan Asma wa Shifat yang disusun MBAW yang lahir tahun 1115 H yang juga bid’ah. Ini melemahkan aqidah ummat Islam sehingga dalil2 kenapa Tuhan itu ada dan siapa Tuhan yang sebenarnya tidak dijelaskan.

Hadits di bawah mirip sekali dengan Wahabi yang menuduh Muslim sebagai Musyrik hanya karena ziarah dan berdoa di kuburan padahal mereka tak tahu isi doa tsb. Mereka su’u zon menganggap orang yang berdoa di kuburan berdoa minta kepada kuburan. Bukan berdoa kepada Allah guna mendoakan si mayit.

“Sesungguhnya yang paling aku khawatirkan atas kamu adalah seseorang yang telah membaca (menghafal) al-Qur’ân, sehingga ketika telah tampak kebagusannya terhadap al-Qur’ân dan dia menjadi pembela Islam, dia terlepas dari al-Qur’ân, membuangnya di belakang punggungnya, dan menyerang tetangganya dengan pedang dan menuduhnya musyrik”. Aku (Hudzaifah) bertanya, “Wahai nabi Allâh, siapakah yang lebih pantas disebut musyrik, penuduh atau yang dituduh?”. Beliau menjawab, “Penuduhnya”. (HR. Bukhâri dalam at-Târîkh, Abu Ya’la, Ibnu Hibbân dan al-Bazzâr. Disahihkan oleh Albani dalam ash-Shahîhah, no. 3201).

Wahabi lebih banyak membunuh Muslim daripada orang2 kafir. Makanya ada ulama saat ditanya militan Wahabi, lebih senang mengaku sebagai kafir daripada Muslim. Saat ditanya oleh Muslim yang tahu dia ulama kenapa mengaku sebagai kafir, ulama tsb berkata: “Jika saya mengaku sebagai kafir, maka saya aman. Tapi jika saya mengaku Muslim, maka saya bisa disangka sebagai sesat atau musyrik dan dibunuh.”

Rasulullah saw. bersabda: Sesungguhnya diantara ummatku ada orang-orang yang membaca Alquran tapi tidak melampaui tenggorokan mereka. Mereka membunuh orang Islam dan membiarkan penyembah berhala. Mereka keluar dari Islam secepat anak panah melesat dari busurnya. Sungguh, jika aku mendapati mereka, pasti aku akan bunuh mereka seperti terbunuhnya kaum Aad. (Shahih Muslim No.1762)

Wahabi biasanya merasa paling suci, pembela Islam, Ghuroba, Salafi, sementara Muslim lain mereka anggap ahli bid’ah dsb. Ini berlawanan dengan firman Allah:

“…Janganlah kamu mengatakan dirimu suci. Dialah yang paling mengetahui tentang orang yang bertakwa.” [An Najm 32]

Allah benci dengan orang-orang yang sombong:

”Dan janganlah kamu memalingkan mukamu dari manusia (karena sombong) dan janganlah kamu berjalan di muka bumi dengan angkuh. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong lagi membanggakan diri.” [Luqman:18]

Nabi berkata bahwa orang yang sombong meski hanya sedikit saja niscaya tidak akan masuk surga:

Dari Ibn Mas’ud, dari Rasulullah Saw, beliau bersabda: “Tidak akan masuk sorga, seseorang yang di dalam hatinya ada sebijih atom dari sifat sombong”. Seorang sahabat bertanya kepada Nabi Saw: “Sesungguhnya seseorang menyukai kalau pakainnya itu indah atau sandalnya juga baik”. Rasulullah Saw bersabda: “Sesungguhnya Allah Swt adalah Maha Indah dan menyukai keindahan. Sifat sombong adalah mengabaikan kebenaran dan memandang rendah manusia yang lain” [HR Muslim]

Baca selengkapnya di: http://media-islam.or.id/2007/11/20/janganlah-sombong/

Kaum Wahabi senantiasa menyempal dari jama’ah Islam. Mereka bangga sebagai Ghuroba / orang2 asing. Padahal Allah senantiasa menyuruh kita berjama’ah. Jadi Ahlus Sunnah Wal JAMA’AH:

“Untuk golongan kanan, yaitu segolongan besar dari orang-orang yang terdahulu. dan segolongan besar pula dari orang-orang yang kemudian.” [Al Waaqi’ah 38-40]

Dua orang lebih baik dari seorang dan tiga orang lebih baik dari dua orang, dan empat orang lebih baik dari tiga orang. Tetaplah kamu dalam jamaah. Sesungguhnya Allah Azza wajalla tidak akan mempersatukan umatku kecuali dalam petunjuk (hidayah) (HR. Abu Dawud)

Sesungguhnya umatku tidak akan bersatu dalam kesesatan. Karena itu jika terjadi perselisihan maka ikutilah suara terbanyak. (HR. Anas bin Malik)

Kekuatan Allah beserta jama’ah (seluruh umat). Barangsiapa membelot maka dia membelot ke neraka. (HR. Tirmidzi)

Mereka pelintir ayat2 Al Qur’an yang menyatakan KEBANYAKAN ORANG (Bukan kebanyakan Muslim) sebagai kebanyakan Muslim:

“Dan kebanyakan MANUSIA tidak akan beriman, walaupun kamu sangat menginginkannya” (QS. Yusuf: 103

Arti dari ayat di atas adalah: “KEBANYAKAN ORANG” atau “KEBANYAKAN MANUSIA”. Bukan KEBANYAKAN MUSLIM!

Baca selengkapnya di: http://media-islam.or.id/2012/12/23/beda-jamaah-vs-firqoh-dan-ghuroba/

Jika kita kaji perang Iraq, Libya, Suriah, dsb kita bisa menyaksikan Wahabi seperti Arab Saudi, Qatar, dan Turki bekerjasama dengan zionis AS dan Israel menghancurkan negara2 Islam tsb. Saddam Hussein, Khaddafi, dan Assad jadi korban mereka.

KORBAN WAHABI

Syekh Abdullah Az Zawawi (Mufti Mekkah), Saddam Husein, Khaddafi, dan Syekh Al Buthi adalah korban keganasan Wahabi

 

Kaum muslimin kompak bersatu menghadapi yang lain. (HR. Asysyihaab)

Kaum Wahabi biasanya menjauh dari para ulama Aswaja yang asli. Bahkan sering menghina para ulama tsb sebagai Ahli Bid’ah, Musyrik, dsb. Mereka cuma menghormati “ulama” Wahabi yang lahir di akhir zaman. Ulama NU mereka fitnah sebagai Syi’ah, Ulama Al Azhar dianggap sesat, dan Syekh Al Buthi mereka bunuh karena dianggap pembela Syi’ah. Ini berlawanan dengan firman Allah.

Firman Allah:

“…Bertanyalah kepada Ahli Zikir (Ulama) jika kamu tidak mengetahui” [An Nahl 43]

Nah kita kalau tak tahu harus bertanya kepada Ulama yang senang berzikir kepada Allah. Bukan ulama Su’ yang lupa kepada Allah.

Allah meninggikan ulama dibanding orang2 awam. Pemahaman Ulama terhadap Al Qur’an dan Hadits atau masalah, itu lebih baik daripada pemahaman orang-orang awam:

” ….Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat. Dan, Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.” (QS Al Mujaadilah [58] : 11)

Katakanlah: “Adakah sama orang-orang yang mengetahui dengan orang-orang yang tidak mengetahui?” Sesungguhnya orang yang berakallah yang dapat menerima pelajaran. Az-Zumar [39]: 9).

Baca selengkapnya di: http://media-islam.or.id/2013/05/27/menghormati-dan-mengikuti-ulama-pewaris-nabi/

6-tahap-ajaran-wahabi

أَمَّا بَعْدُ فَإِنَّ خَيْرَ الْحَدِيثِ كِتَابُ اللَّهِ وَخَيْرُ الْهُدَى هُدَى مُحَمَّدٍ وَشَرُّ الأُمُورِ مُحْدَثَاتُهَا وَكُلُّ بِدْعَةٍ ضَلاَلَةٌ
“Amma ba’du. Sesungguhnya sebaik-baik perkataan adalah kitabullah dan sebaik-baik petunjuk adalah petunjuk Muhammad SAW. Sejelek-jelek perkara adalah yang diada-adakan (bid’ah) dan setiap bid’ah adalah sesat.” (HR. Muslim no. 867)

Wahabi hanya mengenal hadits di atas. Wal hasil mereka menganggap bid’ah hasanah / ni’mal bid’ah tidak ada. Mereka fitnah semua pelaku bid’ah sesat dan masuk neraka. Padahal akhirnya label sesat tsb akan berbalik ke mereka karena mereka tidak paham adanya hadits2 Nabi tentang Bid’ah Hasanah / Ni’mal Bid’ah yang dipahami sahabat.

bidah-hasanah

 

Dari Abdurrahman bin Abdul Qori yang menjelaskan: “Pada salah satu malam di bulan Ramadhan, aku berjalan bersama Umar (bin Khattab). Kami melihat orang-orang nampak sendiri-sendiri dan berpencar-pencar. Mereka melakukan shalat ada yang sendiri-sendiri ataupun dengan kelompoknya masing-masing. Lantas Umar berkata: “Menurutku alangkah baiknya jika mereka mengikuti satu imam (untuk berjamaah)”. Lantas ia memerintahkan agar orang-orang itu melakukan shalat dibelakang Ubay bin Ka’ab. Malam berikutnya, kami kembali datang ke masjid. Kami melihat orang-orang melakukan shalat sunnah malam Ramadhan (tarawih) dengan berjamaah. Melihat hal itu lantas Umar mengatakan: “Inilah sebaik-baik bid’ah!” ((ni’mal bid’ah hadzihi))” (Shahih Bukhari jilid 2 halaman 252, yang juga terdapat dalam kitab al-Muwattha’ karya Imam Malik halaman 73).

Di situ Umar ra menyatakan di depan para sahabat bahwa ada Bid’ah yang baik! Ada bid’ah hasanah. Jadi keliru sekali jika menganggap tidak ada bid’ah hasanah. Semua bid’ah sesat dan masuk neraka.

“Dari Zaid bin Tsabit r.a. bahwa ia berkata: “Abu Bakar mengirimkan berita kepadaku tentang korban pertempuran Yamamah, setelah orang yang hafal Al-Qur’an sejumlah 70 orang gugur. Kala itu Umar berada di samping Abu Bakar. Kemudian Abu Bakar mengatakan “Umar telah datang kepadaku dan ia mengatakan: “Sesungguhnya pertumpahan darah pada pertempuran Yamamah banyak mengancam terhadap para penghafal Al-Qur’an. Aku khawatir kalau pembunuhan terhadap para penghafal Al-Qur’an terus-menerus terjadi di setiap pertempuran, akan mengakibatkan banyak Al-Qur’an yang hilang. Saya berpendapat agar anda memerintahkan seseorang untuk mengumpulkan Al-Qur’an”. Aku (Abu Bakar) menjawab: “Bagaimana aku harus melakukan suatu perbuatan sedang Rasul SAW tidak pernah melakukannya?”. Umar r.a. menjawab: “Demi Allah perbuatan tersebut adalah baik”. Dan ia berulangkali mengucapkannya sehingga Allah melapangkan dadaku sebagaimana ia melapangkan dada Umar. Dalam hal itu aku sependapat dengan pendapat Umar.

Zaid berkata: Abu Bakar mengatakan: “Anda adalah seorang pemuda yang tangkas, aku tidak meragukan kemampuan anda. Anda adalah penulis wahyu dari Rasulullah SAW. Oleh karena itu telitilah Al-Our’an dan kumpulkanlah….!” Zaid menjawab: “Demi Allah andaikata aku dibebani tugas untuk memindahkan gunung tidaklah akan berat bagiku jika dibandingkan dengan tugas yang dibebankan kepadaku ini”.

Saya mengatakan: “Bagaimana anda berdua akan melakukan pekerjaan yang tidak pernah dilakukan oleh Rasululah SAW?”. Abu Bakar menjawab: “Demi Allah hal ini adalah baik”, dan ia mengulanginya berulangkali sampai aku dilapangkan dada oleh Allah SWT sebagaimana ia telah melapangkan dada Abu Bakar dan Umar.

Selanjutnya aku meneliti dan mengumpulkan Al-Qur’an dari kepingan batu, pelepah kurma dan dari sahabat-sahabat yang hafal Al-Qur’an, sampai akhirnya aku mendapatkan akhir surat At-Taubah dari Abu Khuzaimah Al-Anshary yang tidak terdapat pada lainnya (yaitu):

Sesungguhnya telah datang kepadamu seorang Rasul dari kaummu sendiri, berat baginya apa yang kamu rasakan, ia sangat menginginkan (keimanan dan keselamatan) bagimu, amat belas kasihan lagi penyayang terhadap orang-orang mukmin. Jika mereka berpaling (dari keimanan) maka katakanlah: Cukuplah Allah bagiku, tidak ada Tuhan selain Dia. Hanya kepada-Nya aku bertawakkal dan Dia adalah Tuhan yang memiliki ‘Arsy yang agung. (At-Taubah: 128-129). [HR Bukhari]

Di hadits di atas, Abu Bakar ra, Umar bin Khoththob ra, dan Zaid bin Tsabit ra sepakat bahwa pembukuan Al Qur’an itu adalah bid’ah. Tidak pernah dilakukan di zaman Nabi. Namun mereka kemudian yakin itu adalah Bid’ah yang baik. Bid’ah Hasanah!

Ada pun pembukuan hadits lebih parah lagi. Bukan sekedar bid’ah. Tapi Nabi memang melarangnya:

Rasulullah saw bersabda:

لاَ تَكْتُبُوْا عَنِّى شَيْئًا إِلاَّ الْقُرْآنَ فَمَنْ كَتَبَ عَنِّى غَيْرَ الْقُرْآنِ فَلْيَمْحُهُ (أخرجه أحمد رقم 11362 ومسلم رقم 3004 وأبو يعلى رقم 1209 والدارمى رقم 450 وابن حبان رقم 6254) .

“Janganlah kalian menulis sesuatu dari saya kecuali al-Quran. Barang siapa yang menulis dari saya selain al-Quran, maka hapuslah” (HR Ahmad No 11362, Muslim No 3004, Abu Ya’la No 1209, ad-Darimi No 450 dan Ibnu Hibban No 6254)

Meski banyak hadits yang menyebut Nabi melarang sahabat menulis Hadits. Hanya boleh menulis Al Qur’an. Toh larangan tsb tidak mutlak dijauhi. Di hadits lain Nabi mengizinkannya. Dan para sahabat juga ada yang menulis hadits dengan pertimbangan maslahat ummat. Hadits di atas shahih. Toh jika kita menelan bulat-bulat Hadits Shahih di atas sebagaimana Wahabi, bagaimana kita bisa mempelajari Kitab Shahih Bukhari, Shahih Muslim, dsb yang semua itu tidak ada di zaman Nabi?

Pendapat Ulama tentang Wahabi

1. Dr. Ali Jumah, mufti Mesir mengatakan bahwa Wahabi Salafi adalah gerakan militan dan teror. [1]

2. Dr. Ahmad Tayyib, Syekh al-Azhar mengatakan bahwa Wahabi tidak pantas menyebut dirinya salafi karena mereka tidak berpijak pada manhaj salaf.[2]

3. Dr. Yusuf Qardawi, intelektual Islam produktif dan ahli fiqh terkenal asal Mesir, mengatakan bahwa Wahabi adalah gerakan fanatik buta yang menganggap dirinya paling benar tanpa salah dan menganggap yang lain selalu salah tanpa ada kebenaran sedikitpun.[3] Gerakan Wahabi di Ghaza, menurut Qardawi, lebih suka memerangi dam membunuh sesama muslim daripada membunuh Yahudi.[4]

4. Dr. Wahbah Az-Zuhayli (وهبة الزحيلي), mufti Suriah dan ahli fiqh produktif, menulis magnum opus ensiklopedi fiqh 14 jilid berjudul Al Muwsuatul Fiqhi al-Islami (الموسوعة الفقه الإسلامي ) . Az-Zuhayli mengatakan seputar Wahabi Salafi (yang mengafirkan Jama’ah Tabligh): “mereka [Wahabi] adalah orang-orang yang suka mengkafirkan mayoritas muslim selain dirinya sendiri.”[5]

5. KH. Agil Siradj, ketua PBNU, mengatakan dalam berbagai kesempatan melalui artikel yang ditulisnya, wawancara tv, dan seminar bahwa terorisme modern berakal dari ideologi Wahabi.[6]

6. Syekh Hisyam Kabbani, ketua tariqah Naqshabandi dunia, mengatakan bahwa Wahabi Salafi adalah gerakan neo-Khawarij.[7] Yaitu aliran keras yang menghalalkan darah sesama muslim dan terlibat dalam pembunuhan khalifah ke-3 Utsman bin Affan.

http://www.alkhoirot.net/2012/02/wahabi-salafi-menurut-ulama-sunni.html

Pandangan Habib Munzir Al Musawa dari Majelis Rasulullah tentang Wahabi:

beda dengan orang orang wahabi, mereka tak punya sanad guru, namun bisanya cuma menukil dan memerangi orang muslim.

mereka memerangi kebenaran dan memerangi ahlussunnah waljamaah, memaksakan akidah sesatnya kepada muslimin dan memusyrikkan orang orang yg shalat.

http://majelisrasulullah.org/index.php?option=com_simpleboard&Itemid=5&func=view&id=5324&catid=8

Wahabi itu ucapannya bagus. Mengajak kita kembali kepada Al Qur’an dan Sunnah. Namun prakteknya buruk. Malah su’u zhon, gemar mencaci-maki bahkan melaknat, mengkafirkan, bahkan banyak yang membunuh sesama Muslim:

“ Akan ada perselisihan dan perseteruan pada umatku, suatu kaum yang memperbagus ucapan dan memperjelek perbuatan, mereka membaca Al-Quran tetapi tidak melewati kerongkongan, mereka lepas dari Islam sebagaimana anak panah lepas dari busurnya, mereka tidak akan kembali (pada Islam) hingga panah itu kembali pada busurnya. Mereka seburuk-buruknya makhluk. Beruntunglah orang yang membunuh mereka atau dibunuh mereka. Mereka mengajak pada kitab Allah tetapi justru mereka tidak mendapat bagian sedikitpun dari Al-Quran. Barangsiapa yang memerangi mereka, maka orang yang memerangi lebih baik di sisi Allah dari mereka “, para sahabat bertanya “ Wahai Rasul Allah, apa ciri khas mereka? Rasul menjawab “ Bercukur gundul “. (Sunan Abu Daud : 4765)

Mufti Mekkah Syekh  Abdullah Az Zawawi yang Disembelih Wahhabi

Mufti Mekkah Syekh Abdullah Az Zawawi yang Disembelih Wahhabi

Sejarah Wahabi dan Muhammad bin Abdul Wahhab

Kang Said: Satu Digit Lagi, Wahabi Jadi Teroris
Satu digit lagi, kader-kader wahabi menjadi teroris. Nilai-nilai wahabi memberikan udara segar bagi tumbuhnya bibit terorisme. Nilai itu memberikan ruang lebar bagi perpecahan sesama muslim dan sesama manusia.

Demikian dikatakan Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Said Aqil Siroj yang akrab disapa Kang Said dalam sambutan pembukaan Pelatihan Aswaja dan Empat Pilar di Kantor PBNU, jalan Kramat Raya, Jakarta Pusat, Jum‘at (19/20) sore.

“Wahabi memang bukan teroris. Namun, ajarannya sangat dekat dengan kekerasan,” kata Kang Said di hadapan sedikitnya seratus peserta pelatihan.

Ajaran wahabi, menurut Kang Said, tidak ramah manusia. Hal ini dapat dibuktikan dengan membawa masalah perbedaan sikap beragama pada masalah teologis. Mereka mengklaim kebenaran hanya milik kelompok sendiri dalam segala hal.

Mereka, lanjut Kang Said, memaksakan kebenaran kepada kelompok lain. Mereka mewujudkan paksaan tergantung pada kesempatan dan kenekatan.

Kalau ada kesempatan, kenekatan, dan fasilitas lain seperti senjata, maka mereka akan bergerak memaksakan kehendak, tutup Kang Said.
http://www.nu.or.id/a,public-m,dinamic-s,detail-ids,44-id,45974-lang,id-c,nasional-t,Kang+Said++Satu+Digit+Lagi++Wahabi+Jadi+Teroris-.phpx

Yang istimewa adalah hadits ini. Bahwa kerajaan Khawarij ini tiap kali dihancurkan, selalu muncul kembali. Kerajaan besar, biasanya jika hancur tidak akan kembali. Contohnya Kerajaan Sriwijaya, Majapahit, Dinasti Umayyah, Dinasti Abbasiyah, Turki Usmani, dsb. Namun kerajaan Arab Saudi yang berpusat di Najd (di sebelah timur Madinah), tiap kali dihancurkan selalu muncul lagi. Kerajaan Arab Saudi yang sekarang adalah Kerajaan yang ketiga!

“ Akan muncul sekelompok manusia dari arah Timur, yang membaca al-Quran namun tidak melewati tenggorokan mereka. Tiap kali Qarn (kurun / generasi) mereka putus, maka muncul generasi berikutnya hingga generasi akhir mereka akan bersama dajjal “ (Diriwayatkan imam Thabrani di dalam Al-Kabirnya, imam imam Abu Nu’aim di dalam Hilyahnya dan imam Ahmad di dalam musnadnya)

The first Saudi State 1744-1818
The second Saudi state 1824-1891

http://en.wikipedia.org/wiki/History_of_Saudi_Arabia

KERAJAAN SAUDI-WAHABI PERTAMA : 1744-1818
KERAJAAN SAUDI-WAHHABI KE-II : 1843-1891
KERAJAAN SAUDI-WAHABI KE III (SAUDI ARABIA) : Sejak 1902

https://ewahabi.wordpress.com/2013/12/10/sejarah-kemunculan-wahabi-dajal/

Jadi Kerajaan Arab Saudi yang kita kenal sekarang sebagai pusat Wahabi adalah Kerajaan Arab Saudi yang ketiga!

Kenapa Kerajaan Arab Saudi bisa selalu bangkit meski 2x dihancurkan Kekhalifahan Turki Usmani? Bantuan dana dan senjata Zionis Inggris lah jawabannya. Tidak ada perang antara Arab Saudi dan Inggris. Yang ada adalah foto2 mesra bersama:

ibn-saud-cox-bell

 

Dokumentasi foto yang lengkap tentang kerjasama antara Sultan Nejed Abdulaziz bin Saud bekerjasama dgn Inggris melawan Turki Usmani di tahun 1900-an:
http://www.gerty.ncl.ac.uk/photos_in_album.php?album_id=27&start=40

“Dari sinilah fitnah-fitnah akan bermunculan, dari arah Timur, dan sifat kasar juga kerasnya hati pada orang-orang yang sibuk mengurus onta dan sapi, kaum Baduwi yaitu pada kaum Rabi’ah dan Mudhar “.(HR. Bukhari)

“ Tidak ada satu pun negeri, kecuali akan didatangi oleh dajjal “. (HR. Bukhari : 1782)

http://kabarislamia.com/2013/05/27/kenapa-wahabi-kelak-jadi-pengikut-dajjal-inilah-kajian-ilmiyah-nya/

Dari sini kita bisa menilai kesesatan Wahabi dari Al Qur’an dan Hadits dari poin2:

– Pendirinya, Muhammad bin Abdul Wahhab lahir di Najd. Tempat sumber fitnah

– Muhammad bin Abdul Wahhab dari Bani Tamim. Suku Dzul Khuwaitsirah yang akan melahirkan kaum Khawarij

– Muhammad bin Abdul Wahhab lahir di akhir zaman tahun 1115 H

– Wahabi senantiasa bersahabat dengan Zionis Inggris dan AS (Yahudi dan Nasrani) dan memerangi / mengkafirkan / menganggap sesat ummat Islam.

– Senantiasa mengucapkan berpegang kepada Al Qur’an dan Hadits tapi meninggalkan Ulama. Al Qur’an dan Hadits cuma di kerongkongan.

– Merasa paling takwa, pembela Islam, dan menuduh Muslim lain sebagai Musyrik dan tak jarang membunuhnya karena itu.

Lalu ajaran Islam mana yang benar?

Sesuai hadits Nabi di atas, kita harus mengikuti ulama pada 3 kurun pertama terbaik dalam Islam. Yaitu 1 dari 4 Mazhab yang ada saat itu yaitu Hanafi, Maliki, Syafi’ie, atau Hambali. Selain mengikuti Sunnah, juga BERJAMA’AH. Makanya namanya Ahlus Sunnah Wal Jama’ah.

Aswaja bukan sekedar Qur’an Hadits Qur’an Hadits. Tapi juga Qiyas dan Ijma’ Ulama. Sebab kalau cuma Al Qur’an dan Hadits saja, bisa salah pemahamannya sebagaimana hadits2 Nabi di atas. Cuma di kerongkongan. Kita harus tanya ulama. Fas’alu Ahli Zikri. Tanya Ulama sebagai Pewaris Nabi, begitu firman Allah.

Ada ayat Al Qur’an yang mutasyabihat di mana tidak ada orang yang tahu. Ada pula ayat2 Al Qur’an yang hanya dipahami oleh ulama. Jadi jika orang2 awam ngotot menafsirkan Al Qur’an dan Hadits dengan meninggalkan jumhur Ulama, niscaya mereka akan tersesat.

“Dan perumpamaan-perumpamaan ini Kami buatkan untuk manusia, dan tiada memahaminya kecuali orang-orang yang berilmu” (Al ‘Ankabut:43)

Baca selengkapnya di: http://media-islam.or.id/2013/05/27/menghormati-dan-mengikuti-ulama-pewaris-nabi/

Hilangnya ilmu bukan karena ilmu itu dicabut oleh Allah. Bukan karena Kitab Al Qur’an dan Hadits menghilang dari peredaran. Tapi hilang dengan wafatnya para Ulama yang menguasai ilmu tersebut.

Hadis riwayat Abdullah bin Amru bin Ash ra., ia berkata:
Aku pernah mendengar Rasulullah saw. bersabda: Sesungguhnya Allah tidak mengambil ilmu dengan cara mencabutnya begitu saja dari manusia, akan tetapi Allah akan mengambil ilmu dengan cara mencabut (nyawa) para ulama, sehingga ketika Allah tidak meninggalkan seorang ulama pun, manusia akan mengangkat pemimpin-pemimpin yang bodoh yang apabila ditanya mereka akan memberikan fatwa tanpa didasarkan ilmu lalu mereka pun sesat serta menyesatkan. (Shahih Muslim No.4828)

Sesungguhnya Allah tidak menahan ilmu dari manusia dengan cara merenggut tetapi dengan mewafatkan para ulama sehingga tidak lagi tersisa seorang alim. Dengan demikian orang-orang mengangkat pemimpin-pemimpin yang dungu lalu ditanya dan dia memberi fatwa tanpa ilmu pengetahuan. Mereka sesat dan menyesatkan. (Mutafaq’alaih)

Sehingga akhirnya orang-orang bodoh yang tidak faqih lah yang membaca kitab Al Qur’an dan Hadits dengan pemahaman yang keliru. Jadi keliru mengatakan Qur’an Hadits Qur’an Hadits tapi tidak mau bertanya pada ulama.

/

Bapak kandung dan saudara kandung Muhammad bin Abdul Wahhab yang juga ulama menentang pemikiran MBAW yang ekstrim. Sehingga sanad keilmuwan MBAW boleh dikata terputus mengingat ayahnya yang juga gurunya menentang pahamnya.

UNDERSTANDING “THE BIG GAME OF THE MIDDLE EAST” in ten minutes – HOW THE BRITISH CONQUERED ISLAM THE EMERGENCE OF WAHHABISM (OFTEN KNOWN AS SALAFISM) AND ITS HISTORICAL ROOTS

In his memoirs Mr. Hempher (British spy in Middle East) describe in detail how, in the middle of the eighteenth century, he made contact with Adbul Wahhab (Muhammad ibn ‘Abd al-Wahhab) to create a subversive version of Islam, the notorious sect of Wahhabism that would undermine Ottoman empire in the region and serve British colonial interests. Wahhabism became the founding cult of the Saudi regime after the British established the Saudi monarchy in 1932. Later after the British empire bowed out of the region (50’s) the US took for themselves most of this British colonial oil rich territories in a partnership that we can name the ‘Anglo-American Empire’.

Since then, the Saudis have collaborated closely with the Americans -to whom they owe their tremendous oil wealth- in funding various Islamic fundamentalist organizations and other American covert operations, particularly the “jihad” in Afghanistan. But the Saudis simulatenously use the immense wealth at their dispossal to disseminate this disruptive brand of Islam to various parts of the world, categorized by some of the largest propaganda campaign in history.

Mr. Hempher memoirs are interesting reading in light of the role that the state of Saudi Arabia has and continues to play with regards to supporting and advancing Western power in the Middle East and elsewhere. Especially astounding is the very dubious and virulent form of Islam, that Wahhabism and Salafism represent, which is currently wrecking havoc on Islamic traditions, and dividing the Muslim community in petty squabbles over trivial details, allowing the War on Islam to proceed effectively unchecked. Read: http://surrenderingislam.com/memoirs-mr-hempher-british-spy-middle-east-part-1 http://surrenderingislam.com/memoirs-mr-hempher-british-spy-middle-east-part-2

http://www.liveleak.com/view?i=522_1357746513

Leave a Reply

You can use these HTML tags

<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>

  

  

  

Kontak Kami Download Lokasi Yayasan Al Kaafii Indonesia

Jl. Pedati raya Rt.0013/10 no. 109 Bidaracina Jatinegara

Jakarta Timur 13330.

Telp. 021-85902607 - Fax, 021- 29821968.

Email. BMTBKB@ymail.com / kaafii@kaafii-indonesia.or.id

Proposal Pemberdayaan Fakir Miskin

Proposal Pemberdayaan Fakir Miskin Al Kaafii Foundation

Program Pemberdayaan fakir miskin melalui Pembiayaan Kebajikan dan Pengembangan SDM Anak Yatim melalui Pendidikan Gratis sampai Perguruan Tinggi Selengkapnya…

Copyright © 2017 Yayasan Al Kaafii Foundation Indonesia - All Rights Reserved
Powered by WordPress & Atahualpa